Showing posts with label Kumpulan Puisi. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Puisi. Show all posts

Thursday, May 7, 2015

Puisi

Posted by Nova Pungki Nisako at 7:47 PM 0 comments
Hey Nona


Tutup tangismu sejenak
Lupakan sakit dan mari beranjak
Sungguh air mata tak pantas mengalir deras dari rautmu
Masihkan kau simpan derita dalam tawamu?
Tanyaku pada sesosok lugu dihadapanku
Hey nona, kau hanya butuh ruang demi bahagia,
Sahutku malu

Apa memang penjagamu hanya sebatas ikatan yangkau sebut cinta
Ataukah hanya kiasan semata yang bisa tentramkan jiwa
Terhitung inginku pinjamkan sejenak pundak
Tak akan pernah mampu dengan alasan jarak
Terhitung niatku ingin usap tangis kelabu
Tak akan pernah bisa karena kau jawab tabu

Tuan, tidakkah kau sadar ada gadis yang menangis di sana?
Apa kedua matamu hanya tertutup ego belaka?
Biarkan saja ilalang menutup tanyaku
Hanya aku, yang bukan lagi tahu duniamu
Hanya aku, yang akan hilang seiring derap langkahku
Layaknya malam yang tak pernah terang
Tetaplah tinggal tanpa kubilang



*Made by Prima Yudistira

Puisi

Posted by Nova Pungki Nisako at 7:37 PM 0 comments
Terbunuh Gemuruh


Terdiam manis aku disudut kamar itu
Hingar bingar keramaian luar tak pernah merdu ditelingaku
Seakan mereka angkuh
Suarakan lantang
Dan aku disini hanya terdiam dalam sumbang

Apa memang harus segalanya bersuara
Apa memang harus semuanya memuja
Apa memang harus mereka bergema
Dengan gemuruh yang selalu menghujam dada

Terdiam kembali pribadiku
Apakan semua hanya bayang semu?
Aku hanya bisa menebak dan menjalaninya
Sebagaimana semesta mengajariku berbahagia

Sampai kapan mereka coba membunuhku dengan gemuruh
Sampai kapan getir itu terus terngiang
Hanya aku yang bimbang
Kembali ku coba tetap
Sebagaimana semesta mengajariku berbahagia

Sampai kapan mereka coba membunuhku dengan gemuruh
Sampai kapan getir itu terus terngiang
Hanya aku yang bimbang
Kembali ku coba tetap berbahagia riang



*Made by Prima Yudistira

Sunday, June 30, 2013

Nyanyian seorang hamba

Posted by Nova Pungki Nisako at 5:03 AM 0 comments
Pantaskah ku akui telah mengenalmu
Hanya lewat seruan dari  lisanku
Sedangkan saitan masih mengendalikan hatiku
Bermain dalam aliran darahku

Melakukan seakan ku tak terkendalikan
Sedang batin meronta tuk menghadang
Menghindar seakan tak terpedulikan
Sedang batin menginginkannya

Ku teliliti tiap bentuk keutuhan jasadku
Batinpun seakan menangis
Semua akan terjadi
Penghuni jasad ini pasti pergi kembali

Jangan kau jerumuskan aku
Sedang engkau mampu menghalanginya
Janganlah kau buat aku jauh darimu
Sedangkan engkau memiliki panggilan itu

Tak banyak inginku atas kuasamu
Yang akupun tak sanggup tuk menerimanya
Tak sedikit pula harapku padamu
Atas segala yang ada disisimu

Bukan keinginan untuk bisa dekat denganmu
Bukan pula keharusan untuk mampu mencintaimu
Namun ku sadar akan takdirku
Yang harus menerima atas semua ketentuanmu padaku



                                                               
 

Kumpulan Makalah Kuliah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea